Q : Saya sudah menikah 3 tahun tapi belum dikaruniai keturunan. Apa yg harus dilakukan ya?

A : Infertilitas didefinisikan sebagai kesulitan suatu pasangan usia subur untuk mendapatkan keturunan setelah minimal 1 tahun menikah dengan hubungan seksual yg teratur tanpa memakai kontrasepsi. Disebut infertilitas primer jika belum pernah punya anak, dan disebut infertilitas sekunder jika sudah pernah riwayat melahirkan anak namun belum hamil lagi setelah sekian lama.

Terdapat 5 faktor utama yg perlu diperhatikan dalam kasus infertilitas :
1. Faktor laki2, yaitu kualitas sperma si laki2, kurang lebih 30% dari seluruh kasus infertilitas
2. Faktor serviks atau mulut rahim, sekitar 10% penyebab infertilitas
3. Faktor disfungsi dari indung telur/ovarium, berkontribusi 25% kasus infertil
4. Faktor kelainan anatomi di organ uterus/rahim dan ovarium, seperti mioma/kista, sekitar 25%
5. Faktor yg tdk dpt diketahui sebabnya berkisar 10%

Untuk melakukan investigasi kondisi kesuburan pasangan, perlu pemeriksaan lengkap fisik, riwayat penyakit terdahulu, riwayat hubungan dan frekuensi hubungan seksual, siklus haid, adanya nyeri haid, riwayat merokok, alkohol, faktor kegemukan dll.
Setelah itu perlu dilakukan pemeriksaan analisa sperma untuk menilai kualitas sperma. Kualitas sperma yang normal dinilai dari jumlahnya (>20juta sel/ml), gerakannya (>50%), dan bentuk selnya (>30%).
Untuk penilaian adanya disfungsi dari ovarium perlu pemeriksaan hormonal, seperti penilaian hormon FSH hari ke3, hormon progesteron pada fase midluteal, pengukuran folikel ovarium dengan USG, dan pemberian challenge test dengan klomifen sitrat.
Untuk menyingkirkan maslaah kelainan anatomi rahim dan organ reproduksi lain, bisa dilakukan dengan pemeriksaan HSG (histerosalpingogram) untuk melihat adakah sumbatan pada tuba falopii dan USG untuk mencaritahu adakah kista endometriosis, adakah mioma atau adenomiosis atau kelainan lain.
Tindakan terapeutik yg akan dilakukan oleh dokter kandungan akan disesuaikan dari hasil temuan masalah dari pemeriksaan2 di atas, mulai dari pemberian penyubur, inseminasi, sampai akhirnya ke program bayi tabung

This entry was posted in a. Infertilitas / Sulit Hamil and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Q : Saya sudah menikah 3 tahun tapi belum dikaruniai keturunan. Apa yg harus dilakukan ya?

  1. Warnita Zebua says:

    slama ini sperma suami dibwh 40% dok tp 2bln lalu 60%.akhirnya kami insem ats saran dokter kami,tp gagal.
    mulut rahimku da dibuka,& ga ada kista ato miom saat diUSG,bagaimna caranya dok agar sy bs hamil?trims

    • psenoaji says:

      Sebaiknya usaha terus aja bun, dan coba lakukan evaluasi ulang dgn kualitas sperma suami sebelum melakukan insem ulang. Hindari merokok, dan suhu tinggi pada testis suami. Apakah bunda udah dilakukan pemeriksaan HSG juga?

  2. sri says:

    Jk sperma suami astheno dan bnyk bntknya yg abnormal serta ada sumbatan dan hidrosalping pd istri, apakah ivf satu2nya cara agar bs hml,dok? Thx

    • psenoaji says:

      karena kondisi sperma suami kurang baik kualitasnya, serta jalan yang harus dilalui oleh sperma menuju ke sel telur juga terdapt masalah (sumbatan dan hidrosalping), maka dalam kondisi ini memang IVF jadi pilihan.

      Namun jika masih ingin nyoba, ya obati dulu suami ke spesialis andrologi, dan bereskan dulu kondisi saluran telur anda ke dokter kandungan, namun kedua kondisi ini memerlukan waktu yg cukup lama untuk terapinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s